Senin, 24 Maret 2008

Ya Allah

Ya Allah
Mengapa akhir-akhir ini hamba merasa dikecewakan
Oleh orang-orang yang hamba sayangi.
Hingga membuat hamba cepat emosi dan naik darah
Ya Allah
Ampuni hamba, karena hamba masih jauh dari kata taqwa
Ampuni hamba bila hati hamba belum tergetar ketika kusebut Asma-Mu
Ya Allah
Hamba sadar, hamba masih jauh dari kata sabar
Untuk itu karuniakan kesabaran pada hamba
Hamba tahu, hamba masih jauh dari kata ikhlas
Untuk itu berikanlah rasa keikhlasan pada hamba Ya Allah
Untuk memahami mereka
Untuk mengerti mereka
Menerima kelebihan dan kekurangan mereka
Apalah artinya hamba tanpa Engkau Ya Allah
Tanpa-Mu siapa diriku?
Dimanapun diri ini rasanya selalu salah
Memakai hari ini untuk menghapus hari kemarin
Ya Allah,
Hamba mengerti, hamba masih jauh dari kata hamba-Mu yg baik
Hamba masih sering mengecewakan Engkau
Hamba masih sering mengecewakan orang-orang yang menyayangi hamba
Hamba masih sering mempertuhankan hawa nafsu hamba
Ya Allah, janganlah membenci hamba
Atas segala kekurangan hamba
Janganlah mengazab hamba atas dosa-dosa hamba
Maka dari itu Ya Allah
Janganlah lelah membimbing hamba
Agar hamba tak tersesat dari jalan-Mu
Berikanlah ridho dan ampunan-Mu
Amin, Ya Rabb'al 'alamin

Jumat, 21 Maret 2008

HIJRAH

Telah kuputuskan untuk selalu taat
Hanya satu kepada Allah
Bukan kepada dunia yang membuatku lupa
Dan terjerat nafsu durjana
Sungguh aku ingin masuk surga
Jadi aku ingin insaf

Lalu akupun berubah dan tinggalkan
Masa laluku yang gulita
Berpakaian islami, walau mama melarang
Sungguh aku ingin masuk surga
Jadi aku ingin insaf

Disini Kita PeRnAh BeRtEmU

Di Sini Kita pernah bertemu, mencari warna seindah pelangi, ketika kau mengulurkan tanganmu, membawaku ke daerah yang baru, yang membuat hidupku menjadi berwarna“

"Mengapakah Kita di temukan dan akhirnya di pisahkan, mungkinkah menguji kesetiaan, kejujuran dan kemanisan iman, Tuhan berikan daku kekuatan....."

"Kini dengarkanlah, dendangan lagu tanda ingatanku, kepadamu teman, agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu, kenangan bersamamu, tak akan kulupa walau badai melanda, walau bercerai jasad dan nyawa..."

“ Sahabatku, Jangan Kau Nanti lagi kehadiranku, bukan berarti aku tidak mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu walaupun tidak pernah ku ungkapkan langsung padamu, biarkanlah ALLAH menjalankan skenarionya, dan kita hanya menjalankan skenario dari-Nya itu, maafkan aku yang mungkin telah membuat dirimu menaruh harap, walau tidak pernah terucap dibibirku, karena kau memang sahabat sejatiku, teman berbagi cerita, selamat berpisah, doakan aku sahabat agar tetap istiqomah di jalan-Nya, dan aku akan selalu mengenangmu"

"Jikapun suatu saat nanti ternyata kita tetap di pertemukan dalam cinta kasih yang suci, jangan dipikirkan semua itu, semuanya Hak Allah, biarkan Dia saja yang mengaturnya, jangan kau tutup pintu hati untuk yang lain. Jangan mengorbankan diri pada hal yang sia-sia sahabatku”

"Mungkinkah telah terlupa, Tuhan ada janjinya, bertemu dan perisah adalah matan kasihnya, andai ini ujian terangilah, tambah kesabaran, berikan kekuatan..Hadirlah cahaya......"

Selasa, 04 Maret 2008

Biar Cinta Itu Bermuara Dengan Sendirinya....


Kenapa tak pernah kau tambatkan.
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu.
pelabuhan tenang yang mau menerima.
kehadiran kapalmu!
Kalau dulu memang pernah ada.
satu pelabuhan kecil, yang kemudian.
harus kau lupakan,
mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?
Seandainya kau mau,
buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,
rumah dan pelabuhan hatimu.

( Judul Puisi " Pelabuhan " karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang)

Matanya berkaca-kaca ketika perempuan itu selesai membaca dan merenungi isi puisi itu. Dulu sekali perempuan itu telah pernah berharap pada seorang laki-laki yang dia yakin baik dan hanif, ada kilasan - kilasan di hatinya yang mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari.. dialah sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai pernikahan.

Berawal dari sebuah pertemanan. Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah agama. Perempuan itu sedang berproses untuk mendalami agama Islam dengan lebih intens. Dan laki-laki itu, dia paham agama, aktif diorganisasi keislaman, dan masih banyak lagi hal - hal positif yang ada dalam diri lelaki itu. Sehingga kedekatan itu membawa semangat perempuan itu untuk terus menggali ilmu agama.dan mempraktekkannya dalam kesehariannya. Kedekatan itu berlanjut menjadi kedekatan yang intens, berbagi cerita , curahan hati, saling meminta saran, saling bertelepon dan bersms, yang akhirnya segala kehadirannya menjadikan suatu kebutuhan. Kesemuanya itu awalnya mengatasnamakan persahabatan.

Suatu hari salah seorang sahabatnya bertanya " Adakah persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan dewasa tanpa melibatkan hati dan perasaan terlebih bila sudah muncul rasa simpati, kagum dan kebutuhan untuk sering berinteraksi?" Perempuan itu tertegun dan hanya bisa menjawab " entahlah.."

Sampai suatu hari, laki-laki itu pergi dan menghilang... Awalnya masih memberi kabar. Selebihnya hilang begitu saja. Dan perempuan itu masih berharap dan menunggu untuk suatu yang tak pasti. Karena memang tidak pernah ada komitmen yang lebih jauh diantara mereka berdua. Setiap dia mengenal sosok lelaki lainnya... Selalu dibandingkan dengan sosok laki-laki sahabatnya itu dan tentulah sosok laki - laki sahabatnya itu yang selalu lebih unggul dibanding yang lain. Dan perempuan itu tidak pernah lagi membuka hatinya untuk yang lain. Sampai suatu hari,..

Perempuan itu menyadari kesia-siaan yang dibuatnya. Ia berharap ke sesuatu yang tak pasti hanyalah akan membawa luka dihati... Bukankah banyak hal yang bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk mengisi hidupnya kini.... Air mata nya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam... Dia berjanji untuk tidak mengisi hari - harinya dengan kesia-siaan.

"Lalu bagaimana dengan sosok laki - laki itu ?? "Perlahan saya bertanya padanya.

"Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati.... Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi saya untuk lebih hati - hati dalam menata hati dan melabuhkan hati," ujarnya dengan diplomatis. Hingga saya menemukan perempuan itu kini benar - benar menepati janjinya.

Dunia perempuan itu kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga, tawa-tawa pelangi , pijar bintang dimata anak anak jalanan yang menjadi anak didiknya.... Cinta yang dialiri ketulusan tanpa pamrih dari sahabat-sahabat di komunitasnya yang menjadikan perempuan itu produktif dan bisa menghasilkan karya...cinta yang tidak pernah kenal surut dari kedua orang tua dan keluarganya... Dan yang paling hakiki adalah cinta nya pada Illahi yang selalu mengisi relung-relung hati..tempatnya bermunajat disaat suka dan duka... Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.

Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga.... saat seseorang itu pun hilang begitu saja... Masih ada setangkup harapan agar dia kembali....Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati.... akan selalu ada beribu kata maaf untuknya.... Masih ada beribu penantian walau tak pasti... Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??

Masih ada sejuta asa.... Masih ada sejuta makna.....Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama....

"Lalu... bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada?? '' tanya saya suatu hari.

Perempuan itu berujar, " Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya... disaat yang tepat... dengan seseorang yang tepat.... dan pilihan yang tepat......hanya dari Allah Swt. disaat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatatan pernikahan yang barokah.."

Semoga saja akan demikian adanya...

Senin, 03 Maret 2008

Untuk mantan pacarku yang disayangi Allah


Puji dan syukur hanya dan milik Allah swt semata,
Sholawat seiring salam semoga tetap tercurahkan
Kepada junjungan dan idola kita semua yaitu Nabi
Besar Muhammad SAW. dan tak henti-hentinya aku
Berdoa semoga apa-apa yg tengah dan akan kita
Lakukan selalu dalam pengampunan-Nya yang mendapat
Ridho setra selalu dalam naungan rahman dan rahimNya.

Sebelummya aku minta maaf apabila selama ini mungkin
Kata-kataku baik pada waktu di telpon atau di sms
Telah menyinggung perasaanmu, sebenarnya aku ingin
Ngomong banyak sekali tetapi entah aku tak tahu pada
Waktu kata-kataku sudah siap aku lontarkan
Didepanmu, kata-kata ini hilang tak karuan begitu
Saja setiap kali seperti ini dalam fikiranku selalu
Terlintas kata-kata, "apa yang sudah kamu lakukan
Itu telah menghalangi hak-haknya,
Jangan...jangan...urungkan saja niatmu!"

Kemudian setelah lama aku yakinkan, aku sadar bahwa
Setiap muslim satu dengan yang lain adalah seperti
Satu tubuh yang saling sambung menyambung dan tak
Akan pernah dilepaskan. Sungguh aku yg hanya sebagai
Mantan pacar, tiada niat dalam hati 'n' selain tiada
Kerelaanku jika seseorang yang pernah namanya
Bersemayam dalam dihatiku masih terjerat dalam
Lingkaran-lingkaran syaiton, tahukah engkau hati ini
Terasa ngilu dan sakit jika aku mengingat akan hal
Itu, maka dari itu aku luangkan waktu untuk
Mengungkapkan isi hatiku, untuk itu aku mohon
Kesedianmu untuk membaca dan lebih-lebih engkau mau
Meresapi dan memahami kata-kataku berikut ini

[jangan didelete dulu , suratnya puanjang]

Mantan pacarku yang diridhoi Allah. cintaKu sekarang
Hanya milik Allah, RosulNya dan agamaNya.
Telah dituntunnya kita dalam syariatnya yang amat sangat
lengkap tentang kehidupan ini, tentang bagaimana
kita harus bergaul, bermasyarakat, dll. Seperti
halnya... "Berlalulah masa dari hari ke hari sedang
dosa kita terus menumpuk dan kemuadian datanglah
utusan maut. Sedang hati kita dalam keadaan lengah.

Dan sesungguhnnya kenikmatan dunia hanyalah tipuan
dan penyesalan serta kemegahan dunia hanyalah
kemustahilan dan kebatilan."

....sungguh apabila mau bercermin pada ayat diatas,
rasanya sangat tidak pantas kalau kita maupun
saudara-saudara kita masih memelihara cinta semu
yang hakikatnya adalah luapan nafsu yang selalu
ditunggangi oleh musuh kita "Sayton La'natullah".
kita hanya boleh mencintai sebagai saudara dalam
Islam, saling menyayangi hanya karena ikatan aqidah
yang bersih dan ukhuwah kita. Seiring sejalan untuk
tetap istiqomah didalam aturanNYa, tentu dengan
cara-cara yg diridhoi Allah.

Saudaraku... mungkin untuk itu tidak ada salahnya
kalau kita mau berfikir sedikit lebih tenang, lebih
dewasa dan berpikir jauh kedepan. Mari kita
jernihkan fikiran, mensucikan hati, jauhkan
kebencian dan dahulukan cinta. Dengan demikian aku
yakin kita bisa menatap kebaikan dengan hati yang
lapang, tenang dan damai.

Saudaraku terlalu panjang sudah suratku untukmu,
semoga Allah mangampuni dosaku dan dosamu serta dosa
saudara-saudara kita semua yang selama ini masih
selalu menyalahi Syariat-Nya karena kita telah
merajut benang-benang kasih Sayitoni dalam
kebersamaan kita. Maka dari itu marilah kita
sama-sama bertekad untuk menyemai benih-benih cinta
kita dilahan yang telah disediakan Allah untuk kita.

Marilah kita tumbuhkan dan kita pupuk rasa cinta
kita hanya untuk kekasih abadi kita yaitu Allah swt
yang selalu membelai kita dengan Rahman dan RahimNya
agar kita selalu siap untuk berjihad di jalanNya.

Oh...ya...mungkin perlu Kamu ketahui bahwa surat
ini kutulis untukmu bukannya aku sekarang sudah
tidak mencintaimu lagi atau aku takut sama ortu,
atau aku sudah mendapat penggantimu, ...tidak sama
sekali tidak!

Tetapi hidayah dariNya yang membuatku jadi begini.
Aku berharap semoga hidayah yang amat mahal dan
terindah ini dapat terus kita jaga dan kita
pertahankan keberadaannya. Aku berlindung kepada
Allah dari segala bujuk rayu syaiton dan
kerabat-kerabatnya.

Aku mohon maaf atas segala kekhilafan yang pernah
aku lakukan terhadapmu dan semoga yang maha kuasa
mau menerima taubatku dan taubatmu, amin.....
seperti dalam firman Allah "setiap anak adam pasti
bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah
mereka yang lekas-lekas menyadari kesalahannya untuk
bertaubat".

Rani, Jangan Kau Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu!

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum : harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa kita miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Al-Hadid : 22-23).

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah : Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan firman dari Allah : "… Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216).

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya : hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

Karena Bukan Seharusnya


Kenapa aku harus larut dalam kesedihanku

Kalau sebenarnya aku masih jauh lebih beruntung
Bahkan seharusnya aku lebih banyak bersyukur
Aku hanya kehilangan cinta dari satu orang

Betapa tidak tahu dirinya aku menangisi diri
Seolah-olah aku manusia paling menderita didunia
Padahal banyak diluar sana saudara-saudara muslimku yang menderita
Mereka yang terpisah dari keluarganya akibat peperangan
Seorang wanita yang kehilangan suami dan anaknya karena berjihad di jalan Allah
Saudara-saudaraku yang menjadi korban kekerasan, pelecahan , penyiksaan
Bahkan mereka tidak tahu apakah esok tetap bisa bertahan hidup atas derita yang mereka alami

Betapa piciknya aku jika menangisi seseorang yang tak patut aku tangisi
Tangisan airmata ini hanya pantas aku curahkan
Jika aku sudah tak mendapatkan kasih sayang dan ridho-NYA
Jika aku tak mendapatkan kasih sayang dari orangtua,saudara dan keluargaku
Jika aku tak mendapatkan cinta yang tulus dari sahabat-sahabatku
Jika tidak ada satupun lagi yang ingin berteman padaku

Namun pada kenyataannya
Allah SWT masih memberikan keberkahan dan rahmatnya padaku
Orangtua, saudara dan keluarga masih menyayangiku
Sahabat-sahabat masih setia bersamaku
Dan aku masih memiliki teman-teman yang masih membuatku tertawa dan bahagia
Ternyata aku masih beruntung dan memang harus lebih banyak bersyukur

Airmata ini sepantasnya hanya kupersembahkan untuk Allah dan mereka yang mencintaiku
Dan untuk saudara-saudara muslimku yang menderita disana
Bukan untuk dirinya
Yang bahkan belum halal bagiku